Regulasi Emosi Anak Pertama dari Keluarga Disfungsional pada Masa Dewasa Awal

Main Article Content

Ibie Tipani
Umi Cahaya
Kunto Iskandardinata

Abstract

Dalam banyak kasus, anak pertama mengalami parentifikasi, yaitu pengalihan peran pengasuhan emosional yang semestinya menjadi tanggung jawab orang tua.Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses terbentuknya regulasi emosi pada individu anak pertama yang berasal dari keluarga disfungsional, khususnya pada masa
perkembangan dewasa awal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus intrinsik terhadap seorang perempuan berusia 20 tahun. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa partisipan memikul beban
emosional akibat pola asuh yang otoriter dan minim dukungan emosional dalam keluarga. Strategi regulasi emosi awalnya bersifat kurang adaptif, seperti menekan emosi dan menarik diri
dari situasi. Namun, seiring refleksi diri dan dukungan spiritual, partisipan mulai membangun strategi koping yang lebih positif dan memperbaiki hubungan interpersonal. Temuan ini memperlihatkan bahwa pengalaman disfungsional di masa kecil dapat berdampak jangka panjang terhadap kemampuan mengelola emosi, tetapi individu tetap memiliki potensi untuk berkembang
dan pulih melalui kesadaran diri serta dukungan lingkungan.

Article Details

Section
Articles