Gambaran Anak dengan lamban belajar
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil komprehensif anak
slow learner
dalam sistem pendidikan inklusif di sekolah dasar reguler. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, penelitian berfokus pada Subjek F yang teridentifikasi sebagai
slow learner
. Teknik pengumpulan data melalui triangulasi metode berupa wawancara mendalam dengan guru BK dan teman sebaya, observasi partisipan pasif, tes psikologis (WISC, DAM, BAUM, HTP), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan profil kognitif khas dengan Full IQ 74 (Borderline) dan Original IQ 85 (Dull Normal) yang menunjukkan diskrepansi antara potensi intelektual dan aktualisasi kemampuan. Analisis aspek sosial-emosional menunjukkan kompleksitas kepribadian dengan karakteristik emosi sensitif, regulasi emosi immature, keterikatan emosional renggang dalam keluarga, serta kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial. Observasi behavioral mengkonfirmasi kesulitan dalam proses pembelajaran berupa pasivitas, konsentrasi mudah teralihkan, dan kebutuhan waktu lebih lama untuk memahami instruksi. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan edukasional spesifik yang meliputi penguatan kemampuan verbal sebagai modal belajar, modifikasi tugas praktis yang lebih terstruktur, dan pendekatan emocional yang suportif. Penelitian ini menyoroti urgensi identifikasi dini dan intervensi komprehensif berbasis multidisiplin untuk memastikan optimalisasi potensi anak
slow learner
dalam sistem pendidikan inklusif.
slow learner
dalam sistem pendidikan inklusif di sekolah dasar reguler. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, penelitian berfokus pada Subjek F yang teridentifikasi sebagai
slow learner
. Teknik pengumpulan data melalui triangulasi metode berupa wawancara mendalam dengan guru BK dan teman sebaya, observasi partisipan pasif, tes psikologis (WISC, DAM, BAUM, HTP), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan profil kognitif khas dengan Full IQ 74 (Borderline) dan Original IQ 85 (Dull Normal) yang menunjukkan diskrepansi antara potensi intelektual dan aktualisasi kemampuan. Analisis aspek sosial-emosional menunjukkan kompleksitas kepribadian dengan karakteristik emosi sensitif, regulasi emosi immature, keterikatan emosional renggang dalam keluarga, serta kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial. Observasi behavioral mengkonfirmasi kesulitan dalam proses pembelajaran berupa pasivitas, konsentrasi mudah teralihkan, dan kebutuhan waktu lebih lama untuk memahami instruksi. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan edukasional spesifik yang meliputi penguatan kemampuan verbal sebagai modal belajar, modifikasi tugas praktis yang lebih terstruktur, dan pendekatan emocional yang suportif. Penelitian ini menyoroti urgensi identifikasi dini dan intervensi komprehensif berbasis multidisiplin untuk memastikan optimalisasi potensi anak
slow learner
dalam sistem pendidikan inklusif.
Article Details
Section
Articles