Pengaruh Kesepian Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Remote Gen Z

Main Article Content

Lindyanti Rofiah Qudsy
astuti Tri
Damayanti Desita Dyah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesepian di tempat kerja terhadap stres kerja pada pekerja remote Generasi Z. Perkembangan pesat sistem kerja jarak jauh pascapandemi COVID-19 telah menghadirkan tantangan baru, salah satunya meningkatnya rasa kesepian yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kinerja kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik snowball sampling dan melibatkan 116 pekerja remote Generasi Z sebagai responden. Sebagian besar partisipan berusia 22–24 tahun, dengan distribusi gender yang seimbang (50% perempuan dan 50% laki-laki), bekerja terutama di bidang desain, teknologi, dan administrasi, serta memiliki pengalaman kerja remote selama 6 bulan hingga 1 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Workplace Loneliness Scaledan Work Stress Scale, yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian di tempat kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja (p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 14,7%. Dengan demikian, hipotesis diterima, yaitu semakin tinggi tingkat kesepian di tempat kerja, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami. Temuan ini menegaskan bahwa kesepian dalam konteks kerja jarak jauh merupakan faktor psikososial yang penting dalam meningkatkan stres kerja, khususnya pada Generasi Z yang lebih rentan terhadap isolasi sosial

Article Details

Section
Articles