Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesiapan Psikologis Calon Orang Tua Angkat: Studi Kasus di Yayasan Almarina
Main Article Content
Abstract
Pengangkatan anak tidak hanya menuntut pemenuhan persyaratan administratif dan hukum, tetapi juga kesiapan psikologis calon orang tua angkat. Pemenuhan persyaratan formal belum tentu mencerminkan kesiapan mental dan emosional individu dalam menjalankan peran sebagai orang tua. Fenomena ini tampak pada calon orang tua angkat di Yayasan Almarina, di mana dari 63 calon orang tua angkat pada periode 2020–2024, tidak seluruhnya berhasil menyelesaikan proses pengangkatan anak. Penelitian terdahulu lebih banyak membahas aspek hukum dan motivasi adopsi secara umum, sehingga dinamika psikologis di balik kesiapan tersebut masih jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan psikologis calon orang tua angkat di Yayasan Almarina. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas tiga informan utama yang merupakan pasangan calon orang tua angkat (satu laki-laki dan dua perempuan) beserta masing-masing satu informan pendukung dari lingkungan sosial informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data model interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan psikologis calon orang tua angkat dipengaruhi oleh empat faktor utama yang saling melengkapi, yaitu faktor kognitif, faktor emosi, faktor sosial, dan faktor perilaku, yang ditopang oleh kesiapan membangun kelekatan dengan anak serta kesiapan memenuhi persyaratan administratif. Dengan demikian, kesiapan psikologis merupakan konstruk multidimensional, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif-hukum semata.