Kecemasan Relasional Media Sosial dan Compensatory Buying pada masa Pubertas: Scoping Review Sosio-Emosional dan Pengasuhan
Main Article Content
Abstract
Transisi pubertas meningkatkan sensitivitas terhadap evaluasi teman sebaya, sementara media sosial memperluas perbandingan, umpan balik publik, dan pemantauan relasional. Kondisi tersebut dapat memunculkan kecemasan relasional yang mendorong konsumsi sebagai strategi kompensasi. Tujuan: Scoping review ini memetakan bukti mengenai kecemasan relasional media sosial, compensatory buying, perkembangan sosio-emosional pada transisi pubertas, dan peran pengasuhan. Metode: Tinjauan mengikuti kerangka JBI dan PRISMA-ScR melalui penelusuran terstruktur sampai 20 Agustus 2026 pada PubMed, DOAJ, laman penerbit, SINTA/Garuda, serta penelusuran sitasi. Tiga puluh lima studi empiris menjadi pemetaan inti dan 9 artikel mendukung teori, metode, dan konteks. Hasil: Bukti menunjukkan pubertas memperkuat kepekaan terhadap evaluasi sosial; FOMO, rejection sensitivity, social appearance anxiety, dan social comparison membentuk klaster kecemasan relasional. Literatur konsumen menunjukkan ancaman diri, eksklusi, afek negatif, serta rendahnya self-esteem dapat memicu konsumsi kompensatoris. Dukungan orang tua dan iklim keluarga positif cenderung protektif, sedangkan konflik keluarga berkaitan dengan materialisme dan compulsive buying. Kesimpulan: Jalur lengkap dari kecemasan relasional media sosial menuju compensatory buying pada remaja pubertal belum banyak diuji secara langsung; model integratif yang diusulkan memerlukan pengujian longitudinal dan multimethod.
Article Details
Section
Articles