https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/issue/feedJournal of Life Span Development2026-10-22T00:00:00+00:00Diana Putri Arinidiana_putri@ukmc.ac.idOpen Journal Systems<p>Journal of Life Span Development merupakan jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Psikologi Universitas Katolik Musi Charitas. Terbit 2 kali dalam satu tahun (Maret dan Oktober). Cakupan dalam jurnal ini meliputi psikologi anak usia dini, psikologi remaja, psikologi dewasa, gerontologi, psikologi anak berkebutuhan khusus, psikopatologi dan intervensi, prevensi dalam tumbuh kembang kehidupan manusia. Kami menerima tulisan dalam bentuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.</p> <p> </p>https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/2208Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesiapan Psikologis Calon Orang Tua Angkat: Studi Kasus di Yayasan Almarina2026-09-03T03:43:10+00:00Dewi Fatimatuzzahra Khusnadewifatimaakademik@gmail.comFlora Grace Flora Grace Putriantidgrace.putri@gmail.comJatu Anggraenijatu.anggraeni@ustjogja.ac.id<p>Pengangkatan anak tidak hanya menuntut pemenuhan persyaratan administratif dan hukum, tetapi juga kesiapan psikologis calon orang tua angkat. Pemenuhan persyaratan formal belum tentu mencerminkan kesiapan mental dan emosional individu dalam menjalankan peran sebagai orang tua. Fenomena ini tampak pada calon orang tua angkat di Yayasan Almarina, di mana dari 63 calon orang tua angkat pada periode 2020–2024, tidak seluruhnya berhasil menyelesaikan proses pengangkatan anak. Penelitian terdahulu lebih banyak membahas aspek hukum dan motivasi adopsi secara umum, sehingga dinamika psikologis di balik kesiapan tersebut masih jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan psikologis calon orang tua angkat di Yayasan Almarina. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas tiga informan utama yang merupakan pasangan calon orang tua angkat (satu laki-laki dan dua perempuan) beserta masing-masing satu informan pendukung dari lingkungan sosial informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data model interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan psikologis calon orang tua angkat dipengaruhi oleh empat faktor utama yang saling melengkapi, yaitu faktor kognitif, faktor emosi, faktor sosial, dan faktor perilaku, yang ditopang oleh kesiapan membangun kelekatan dengan anak serta kesiapan memenuhi persyaratan administratif. Dengan demikian, kesiapan psikologis merupakan konstruk multidimensional, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif-hukum semata.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Life Span Developmenthttps://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/2209Kecemasan Relasional Media Sosial dan Compensatory Buying pada masa Pubertas: Scoping Review Sosio-Emosional dan Pengasuhan2026-08-24T10:09:04+00:00Satria Efandisatriaefandi@gmail.comAbdur Rahmanabdur_rahman@syedzasaintika.ac.idRevalina Putrihmjpsikologiunp@gmail.com<div><span lang="IN">Transisi pubertas meningkatkan sensitivitas terhadap evaluasi teman sebaya, sementara media sosial memperluas perbandingan, umpan balik publik, dan pemantauan relasional. Kondisi tersebut dapat memunculkan kecemasan relasional yang mendorong konsumsi sebagai strategi kompensasi. Tujuan: Scoping review ini memetakan bukti mengenai kecemasan relasional media sosial, compensatory buying, perkembangan sosio-emosional pada transisi pubertas, dan peran pengasuhan. Metode: Tinjauan mengikuti kerangka JBI dan PRISMA-ScR melalui penelusuran terstruktur sampai 20 Agustus 2026 pada PubMed, DOAJ, laman penerbit, SINTA/Garuda, serta penelusuran sitasi. Tiga puluh lima studi empiris menjadi pemetaan inti dan 9 artikel mendukung teori, metode, dan konteks. Hasil: Bukti menunjukkan pubertas memperkuat kepekaan terhadap evaluasi sosial; FOMO, rejection sensitivity, social appearance anxiety, dan social comparison membentuk klaster kecemasan relasional. Literatur konsumen menunjukkan ancaman diri, eksklusi, afek negatif, serta rendahnya self-esteem dapat memicu konsumsi kompensatoris. Dukungan orang tua dan iklim keluarga positif cenderung protektif, sedangkan konflik keluarga berkaitan dengan materialisme dan compulsive buying. Kesimpulan: Jalur lengkap dari kecemasan relasional media sosial menuju compensatory buying pada remaja pubertal belum banyak diuji secara langsung; model integratif yang diusulkan memerlukan pengujian longitudinal dan multimethod.</span></div>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Life Span Developmenthttps://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/2217Gambaran Altruisme dan Social Exchange pada Suku Bugis Pinrang Perantau di Sorong dan Empat Suku Papua2026-09-08T12:56:21+00:00Mutiara Semarangmutiaranurfs28@gmail.comZahra Siti Aisyahputrawansyah@unimudasorong.ac.idVeria Ratuputrawansyah@unimudasorong.ac.idSasya Allyfia Putriputrawansyah@unimudasorong.ac.id<div><span lang="IN">This study aims to describe altruistic behavior and social exchange among Bugis Pinrang migrants and four indigenous Papuan ethnic groups (Biak, Serui, Maybrat, Bintuni) in Sorong City. This study is important because Social Exchange Theory, which originates from a Western perspective, emphasizes cost-benefit considerations as the basis of social behavior, while Indonesian collectivistic societies often demonstrate helping behavior grounded in cultural values and empathy without material calculation. This research employed a qualitative descriptive approach with five informants selected purposively, consisting of one Bugis Pinrang informant and four informants from Papuan ethnic groups. Data were collected through semi-structured interviews based on PERMA Well-Being dimensions and Social Exchange Theory aspects, then analyzed using thematic analysis. The results showed that the Bugis Pinrang group more prominently displayed altruism through positive emotions and meaning in life, while the Papuan group more prominently displayed social exchange bound by customs and intergenerational reciprocal obligations. These findings confirm that helping behavior in collectivistic societies cannot be understood solely through cost-benefit logic, but rather needs to consider cultural values and the social position of groups within a region.</span></div>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Life Span Developmenthttps://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/2218STRATEGI COPING ANAK RANTAU DALAM MENGHADAPI HOMESICKNESS DAN STRESS EMOSIONAL2026-09-08T12:53:00+00:00Alya dwid.w.alya26@gmail.comKhalifah Umi Nurumicahaya_uin@radenfatah.ac.id<p><em>Homesickness </em>merupakan fenomena psikologis yang sering dirasakan oleh anak rantau yang tinggal jauh dari rumah dan lingkungan asalnya. Kondisi ini sering kali diiringi oleh stres emosional yang memengaruhi kondisi kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, bahkan prestasi akademik. Artikel ini melakukan kajian literatur terhadap berbagai penelitian mengenai strategi coping yang digunakan oleh anak rantau untuk mengatasi <em>homesickness </em>dan stres emosional yang menyertainya. Melalui analisis mendalam atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa dukungan sosial, komunikasi intensif dengan keluarga, keterlibatan dalam aktivitas sosial dan positif, serta penerapan teknik relaksasi merupakan strategi coping yang dianggap efektif. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh dan menjadi rujukan dalam pengembangan program dukungan bagi anak rantau dalam menghadapi tantangan psikologis. Dengan memahami berbagai strategi ini, diharapkan anak rantau dapat lebih siap dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru mereka, serta mengurangi dampak negatif dari <em>homesickness</em>.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Life Span Developmenthttps://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/2216Regulasi Emosi dan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Gamers 2026-09-08T12:57:23+00:00Mardhilla farhanafmardhilla@gmail.comBudiman Budimanbudiman_uin@radenfatah.ac.id2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Life Span Developmenthttps://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/2232Efektivitas Terapi Suportif dengan Teknik Katarsis Emosional dalam Menurunkan Gangguan Penyesuaian Diri pada Lansia di Panti Wredha2026-09-16T06:43:11+00:00Fathima Asy Syarifah26fathimah@gmail.com<table style="font-weight: 400;" width="584"> <tbody> <tr> <td width="415"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika psikologis serta mengevaluasi efektivitas penerapan terapi suportif dengan teknik katarsis emosional dalam mengatasi gangguan penyesuaian diri, kesulitan tidur, dan instabilitas emosi pada seorang lansia berinisial Y (61 tahun) yang tinggal di Panti Wredha Marfati, Kota Tangerang. Perpindahan tempat tinggal dari rumah pribadi ke panti wredha akibat keterbatasan fisik pasca-stroke, minimnya dukungan keluarga, serta ketidakcocokan dengan lingkungan dan fasilitas panti kerap memicu stresor kronis yang bermanifestasi sebagai gangguan penyesuaian diri (<em>Adjustment Disorder</em> / F43.2). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara klinis, observasi, serta pemeriksaan psikodiagnostik yang mencakup tes grafis (DAP, BAUM, HTP), <em>Sack’s Sentence Completion Test</em> (SSCT), Tes Wartegg, dan Tes Fungsi Mental Lansia (TFML). Intervensi diberikan sebanyak lima sesi menggunakan teknik katarsis emosional dalam kerangka terapi suportif untuk memfasilitasi pelepasan emosi negatif, mengelola stresor lingkungan, serta memperbaiki kualitas tidur subjek. Hasil evaluasi pasca-intervensi menunjukkan bahwa subjek berhasil mengatasi gangguan tidur, mampu beradaptasi dengan lingkungan dan menu makanan panti, serta menunjukkan kestabilan emosi dan penerimaan diri yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi suportif berbasis katarsis emosional efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan membantu proses adaptasi lansia di panti wredha.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Life Span Development