Journal of Life Span Development https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd <p>.</p> <p> </p> XXXX-XXXX en-US Journal of Life Span Development HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA REMAJA SMA https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/1095 <p>Keterampilan berbicara di depan umum merupakan &nbsp;kemampuan untuk mengkomunikasikan pesan atau gagasan secara efektif dan mengembangkan keterampilan yang berharga bagi mereka. Faktanya keterampilan bicara bukanlah bisa dilakukan oleh semua siswa, dan tidak semua siswa pandai berbicara di depan umum. Kemampuan berbicara juga dipengaruhi oleh keyakinan diri atau efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada &nbsp;remaja di SMA Negeri 2 Lais. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Lais yang berjumlah 274 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 155 siswa dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala likert yaitu efikasi diri dan kecemasan berbicara di depan umum. Metode analisis data yang digunakan ialah metode analisis data pearson poduct moment dengan berbantuan aplikasi SPSS versi 20 for windowns. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis (pearson poduct moment) didapatkan nilai r = -.214 dengan nilai signifikansi 0,008 (0,008 &lt; 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang negatif dan signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan berbicara di depan umum. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri semakin rendah kecemasan berbicara di depan umum</p> siti dini fakhriya Copyright (c) 2024 Journal of Life Span Development 2024-03-22 2024-03-22 1 2 PENGARUH PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG DISABILITAS FISIK https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/1103 <table width="0"> <tbody> <tr> <td width="584"> <p>Disabilitas fisik mengalami penurunan terhadap pandangan diri sehingga merasa inferior dan mengalami penurunan kesejahteraan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan efikasi diri terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif pada penyandang disabilitas fisik karena kecelakaan. Hasil analisis data menggunakan <em>Mann Whitney–U</em> menunjukkan nilai Z = - 2.882 (p &lt; 0.05) dengan <em>mean</em> kelompok eksperimen 101, sedangkan <em>mean</em> kelompok kontrol 79.6. Artinya ada perbedaan skor efikasi diri pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis data <em>wilcoxon</em> menunjukkan nilai Z sebesar – 2.060 (p&lt;0.05) dengan mean kelompok eksperimen pada saat <em>post-test</em> 78.5 sedangkan mean kelompok eksperimen pada saat <em>post-test</em> 101. Artinya, ada perbedaan tingkat kesejahteraan subjektif pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan efikasi diri dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif pada penyandnag disabilitas fisik di BBRSPDF Surakarta.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> Izza Fahmi Puspitasari Kamsih Astuti Metty Verasari Copyright (c) 2024 Journal of Life Span Development 2024-03-22 2024-03-22 1 2 STUDI KASUS KEKERASAN SEKSUAL BERULANG PADA REMAJA: DINAMIKA PSIKOLOGIS KORBAN https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/1106 <p>Kekerasan seksual menjadi masalah global, tidak terkecuali di Indonesia, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Angka kasus kekerasan seksual di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2023 meningkat sekitar 600% dari tahun 2017, dengan korban terbanyak yaitu anak peremuan berusia 13-17 tahun, dan pada tahun 2023, angka pelaku kekerasan seksual tertinggi dilakukan oleh pacar atau teman korban. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dinamika psikologis terkait kekerasan seksual yang terjadi pada anak berusia 16, 17, dan 18 tahun, dengan spesifikasi korban yang mengalami kekerasan seksual berulang dari pacar atau kerabatnya. Penelitian ini dihimpun berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis para korban kekerasan seksual tersebut atas permintaan pihak kepolisian Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yaitu kualitatif, dengan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara dan penyajian psikotes kepada para subjek.&nbsp; Hasil menunjukkan adanya kesamaan pola kerentanan yang mencakup tingkat inteligensi, kepribadian tertentu, dan status sosial ekonomi dari ketiga subjek yang berbeda dari para pelakunya. Adanya sumber daya dari para pelaku yang dapat menekan para subjek yang rentan ini, menjadikan terjadinya ketimpangan relasi kuasa, sehingga kekerasan seksual dapat terjadi secara berulang terhadap para subjek.</p> listri ela tamami Copyright (c) 2024 Journal of Life Span Development 2024-03-22 2024-03-22 1 2 PERANAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK USIA DINI https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/1114 <p>Pola asuh orang tua sangat penting bagi anak dan akan mempengaruhi prestasi belajar anak disekolah, oleh sebab itu orang tua hendaknya dapat menerapkan pola asuh yang tepat untuk anaknya sehingga prestasi belajar di sekolahnya baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh orang tua terhadap prestasi anak disekolah khususnya anak di TK IT Al-Mubarok Palembang. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sumber data yang diperoleh yaitu guru, orang tua siswa dan siswa. Pola asuh yang diterapkan disekolah ini ada 3 yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif&nbsp; dan pola asuh demokratis dari jumlah 20 siswa 1 orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter, 3 orang tua pola asuh permissif dan 16 pola asuh demokratis.Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, metode analisis data dengan metode deskriptif kualitatif yaitu penyajian dalam bentuk tulisan dan menerangkan apa adanya dengan sesuai data yang diperoleh dari hasil penelitian Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) orang tua siswa di sekolah TK IT Al-Mubarok Palembang menerapkan 3 macam pola asuh yaitu Pola asuh Otoriter, Pola asuh Demokratis, dan pola asuh Permassif. Dari 20 siswa ada 1 orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter yaitu MA, ada 3 orang tua siswa yang menerapkan pola asuh Permassif yaitu MZ, FA dan AR dan ada 16 orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis diantaranya AF, SH dan AZ dan QT (2) faktor yang mempengaruhi prestasi siswa di TK IT Al-Mubarok Palembang yaitu faktor Keluarga baik, itu kepribadian orang tua nya maupun kelas sosialnya.&nbsp; (3) orang tua yang cenderung otoriter anak menjadi pemalu dan kurang percaya diri sehingga prestasi disekolah rendah, orang tua yang cenderung permisif anak percaya diri namun anak selalu mencari perhatian gurunya sehingga prestasi belajarnya masih kurang baik sedangkan, orang tua yang cenderung demokratis anak menjadi percaya diri mampu memahami materi guru dengan baik sehingga prestasi belajarnya baik dan meningkat.</p> Nikma Tussa’ada Tul Fitri Leni Maimuna Mardiah hayati Copyright (c) 2024 Journal of Life Span Development 2024-03-22 2024-03-22 1 2 SAKU KECERDASAN SEBAGAI MEDIA PENGENALAN KECERDASAN MAJEMUK DAN PENENTUAN PROFESI https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/1117 <p><strong>: </strong>Kecerdasan merupakan hal yang unik pada individu. Kecerdasan antar individu tidak disamakan. Hal yang berbeda terjadi di salah satu MAS dan MTS di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, bahwa kecerdasan dinilai berdasarkan kemampuan akademik yang baik. Sehingga dilaksanakanlah penelitian tentang pengenalan kecerdasan majemuk dan penentuan profesi melalui media saku kecerdasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sebaran kecerdasan yang dimiliki subjek dan mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara kecerdasan dan profesi yang diminati. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di bulan Januari 2024 terhadap 15 siswa yang terdiri dari 7 siswa SMP dan 8 siswa SMA. Penelitian dilaksanakan disalah satu sekolah MAS dan MTS di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominan berusia 17 tahun untuk siswa SMA dan dominan berusia 13 tahun untuk siswa SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominan (26,6%)siswa memiliki minat tinggi terhadap bidang Olahraga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kecerdasan dan profesi yang dipilih oleh siswa.</p> Ana Fatimatus Zahroh Rofi’ah Novita Sari Copyright (c) 2024 Journal of Life Span Development 2024-03-22 2024-03-22 1 2 GAMBARAN KEBAHAGIAAN REMAJA PENGGEMAR K-Pop DI JABODETABEK https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlsd/article/view/1129 <p><em>Adolescence is one of the most important stages in human development. At this stage, teenagers begin to search for their identity and have a broad interest in exploring many things, including having an interest in idol figures. One of the idols that teenagers love today are K-Pop idols from South Korea. The existence of idol figures can influence teenagers' personal development and is even found to be a source of happiness for these teenagers. Therefore, this research aimed to describe the happiness of teenage K-Pop fans in Jabodetabek</em><em>. </em><em>This research uses a qualitative approach. A total of three participants participated in this research who were taken using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using semi-structured interview techniques and the data collected was then analyzed thematically. The research results show that K-Pop fans experience various forms of happiness in their lives which include personal satisfaction (such as feeling excited when receiving messages delivered by idols, feeling happy when buying idol merchandise, etc.), experiencing engagement (such as in voting activities or streaming MVs , etc.), experiencing belongingness (such as feeling happy when meeting fellow fans, feeling connected to the lyrics in music, etc.), to experiencing self-development (such as having new habits or more positive behavior, etc.). </em><em>This</em><em> research indicate that being a K-Pop fan can facilitate teenagers experiencing happiness in the process of finding their identity, of course as long as it is done adequately.</em></p> Anishaa Kanaka Agatha Nina Angelique Carmenita Cellysta Izabella Felicia Kasela Vanina Lauwrel Yosua Immanuel Copyright (c) 2024 Journal of Life Span Development 2024-03-22 2024-03-22 1 2