Analisis Prioritas Risiko Penggunaan Aplikasi GOJEK Menggunakan Metode FMEA Pada Mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri
DOI:
https://doi.org/10.32524/jusitik.v9i2.1998Kata Kunci:
FMEA, Gojek, Mahasiswa, Pendekatan kuantitatif deskriptif, Risk Priority NumberAbstrak
Bagi kalangan mahasiswa, aplikasi Gojek merupakan cara instan serta efisien dalam beraktivitas sehari-hari tanpa perlu keluar ruangan. Meskipun Gojek banyak memberikan kemudahan bagi mahasiswa, aplikasi ini tetap mempunyai risiko yang dapat merugikan pengguna maupun penyedia layanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko pada aplikasi Gojek menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Dengan menggunakan metode ini, kita dapat mengetahui tingkat penanganan risiko melalui nilai yang disebut risk priority number. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan mengumpulkan responden sejumlah 100 mahasiswa. Data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis berdasarkan Severity, Occurrence, dan Detection untuk mendapatkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil menunjukkan bahwa risiko tertinggi adalah penolakan driver terhadap lokasi. Risiko tinggi lainnya meliputi penipuan OTP, kegagalan refund GoPay, keterlambatan GoSend, dan pembatalan pesanan secara sepihak. Hasil ini menunjukkan bahwa risiko oprasional menjadi prioritas utama, diikuti oleh aspek keamanan dan finansial, sehingga diperlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan, keamnan sistem, dan transparasi transaksi. Penelitian ini menyumbangkan kontribusi yang bermakna dalam memahami pengelolaan risiko aplikasi Gojek, dengan memberikan analisis yang sesuai pada data yang nyata untuk digunakan dalam perbaikan aplikasi Gojek.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fauzan Azima, Nining Ariati, Anugrah Saputra, M. Bimantara Sujana, Muhammad Daffa

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




